Jumat, 25 September 2009

Interest-Sensitive Management

Dalam teori manajemen perbankan, dikenal interest-sensitive management yang
merupakan upaya manajemen bank dalam melakukan mengkontrol terhadap perbedaan
komponen aktiva dan pasiva yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga. Terkait dengan
hal tersebut terdapat kalkulasi sederhana untuk menghitung gap antara aktiva dan pasiva
yakni dengan menghitung selisih. Jika bank mengalami positive aset-sensitive gap adalah
aktiva bank yang sensitif terhadap perubahan suku bunga lebih besar daripada pasivanya),
sedangkan negative negative-liabilities gap adalah kondisi sebaliknya.
Terdapat beberapa ukuran untuk melihat bank’s interest-sensitive antara lain: (i) Relative
IS GAP, dan (ii) Interest Sensitivity Ratio. Formula Relative IS = IS GAP / Aktiva
Perbankan, sedangkan formula interest sensitivity ratio adalah ISA/ISL. Dengan
menggunakan data yang telah dijelaskan sebelumnya maka nilai relative IS GAP adalah -
0,24, sedang nilai interest sensitivity ratio adalah 0,67. Kedua angka tersebut menyiratkan
bahwa perbankan mempunyai karateristik liabilities-sensitive bank. Karateristik
tersebut berimplikasi bahwa kenaikan suku bunga akan menyebabkan penurunan NIM
karena meningkatkan biaya bunga lebih tinggi daripada pendapatan bunga. Sebaliknya,
penurunan suku bunga akan berpeluang meningkatkan NIM dikarenakan biaya bunga
menjadi lebih rendah daripada pendapatan bunga. Sehingga dengan demikian, tendensi
penurunan suku bunga belakangan ini lebih menguntungkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar