Rabu, 16 September 2009

Peringkat 100 Bank Syariah dengan Aset Terbesar

By Republika Newsroom

SINGAPURA - Asian Banker mengeluarkan laporan peringkat tahunan 100 bank terbesar dari sisi aset. Berdasar riset Asian Banker 100 bank syariah dengan aset terbesar ini memiliki porsi total aset 580 miliar dolar, atau meningkat 66 persen dari 2007 yang sebesar 350 miliar dolar AS.

Krisis ekonomi global di akhir 2008 menumbangkan banyak lembaga keuangan Barat, tetapi bank-bank syariah tetap tumbuh. “Popularitas keuangan Islam melonjak karena didukung oleh peraturan yang kuat dan pemahaman dunia internasional yang lebih baik tentang keuangan syariah dan dinamikanya,” kata CEO dan Presiden Asian Banker, Emmanuel Daniel dalam rilis yang diterima Republika, Jumat (28/7).

Di laporan peringkat Asian Banker disebutkan aset keuangan Islam sebagian besar terkonsentrasi di Iran, Kuwait, Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun secara keseluruhan industri perbankan syariah di seluruh dunia turut mendorong peningkatan aset industri global, terutama Al Rajhi Bank yang asetnya tumbuh 32,1 persen. Sementara bank-bank di Bahrain, Malaysia, Kuwait, Qatar, Suriah, dan Inggris juga mengalami pertumbuhan aset dua hingga tiga digit.

Daftar 100 bank syariah dengan aset terbesar ini sebagian besar masih didominasi bank-bank yang masuk dalam daftar tersebut tahun sebelumnya. Di peringkat pertama diduduki oleh Bank Melli Iran (BMI) dan tempat kedua Al Rajhi Bank. Walau aset Al Rajhi Bank tumbuh 32 persen, namun belum mampu melampaui BMI.

Bank-bank syariah di Iran masih merupakan pelaku terbesar di industri perbankan syariah dunia dengan menempatkan tujuh bank di 10 terbesar dan 12 bank dari 100 bank. Empat pasar perbankan syariah besar lainnya, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia, Arab Saudi dan Kuwait masing-masing memiliki jumlah aset hampir sama satu sama lain. Total bank syariah di empat pasar tersebut memiliki porsi 40 persen dari daftar peringkat aset.

Walau dua bank syariah di Inggris cukup besar untuk masuk ke dalam daftar peringkat 100 bank syariah dengan aset terbesar, tetapi bank-bank syariah yang berkantor pusat di luar Timur Tengah, Asia dan Afrika Utara masih berkapasitas kecil dibanding pelaku perbankan di Timur Tengah yang telah menjadi pemain sejak lama. Hanya Malaysia dan Bangladesh yang mengalami pertumbuhan aset signifikan.

Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia menempatkan dua bank di daftar tersebut, sementara Pakistan tiga bank dan Singapura serta Brunei masing-masing satu bank. Arab Saudi diwakili oleh tiga bank yang masuk dalam 35 besar. Dari segi jumlah bank, Sudan mengalami penurunan jumlah dengan menempatkan hanya tujuh bank, turun dari tahun sebelumnya yang sempat menempatkan 19 bank dalam daftar.

Di sisi lain Bank Islam Brunei Darussalam meluncur turun dari peringkat 34 ke 49. Sedangkan Investment Dar yang berasal dari Kuwait juga mengalami penurunan peringkat, walau asetnya tumbuh 20,9 persen. Peringkat Investment Dar turun dari 19 menjadi peringkat 30.

Sementara bank yang mengalami kenaikan signifikan dalam peringkat adalah Noor Islamic Bank yang duduk di peringkat 20 tahun ini. CIMB Islamic Bank juga naik 19 peringkat ke posisi 22 dengan pertumbuhan aset 107,5 persen. Peningkatan aset terjadi karena pertumbuhan perbankan konsumer, dimana aset pembiayaan tumbuh 130,2 persen dan dana pihak ketiga 82,3 persen. Bank berharap segmen ini dapat terus memberi kontribusi positif bagi bisnis bank. gie/ahi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar