Selasa, 15 September 2009

Penukaran Uang

Tidak dapat dipungkiri, bahwa penukaran uang baru dari tahun ke tahun menjelang Lebaran selalu  meningkat tajam,..alokasi uang baru dari Bank Indonesia kepada bank - bank, baik bank swasta maupun pemerintah tidak sesuai dengan jumlah permintaan yang selangit. orang rela mengantri di trotoar Bank Indonesia hanya untuk satu bundel uang baru. meskipun dengan berbagai syarat yang cukup 'aneh'. Bisnis musiman penjualan uang baru mulai merebak, harga yang ditawarkan pun sudah melampaui batas kewajaran, sejalan dengan jumlah permintaan, hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun minat masyarakat untuk menukarkan uangnya dengan uang yang lebih licin, dan rapi dengan ++ penambahan nominal. transaksi penukaran uang untuk kota Surabaya menembus 81 milyar per hari,..bayangkan laba yang didapat dari bisnis musiman tersebut.

Droping yang tidak sesuai permintaan membuat bank-bank harus berpikir ulang untuk melayani penukaran uang nasabah...hanya nasabah khusus yang bisa mendapatkan pelayanan ekstra tersebut.

bagaimana dengan pegawai bank,....idem dengan nasabah,

jatah pegawai hanya cukup untuk pegawai,...bagaimana dengan kerabat dan handai tolan yang ' menyerahkan amanah ' penukaran uang baru tersebut yang hanya karena bekerja di bank  dianggap bisa melayani penukaran tersebut...? hehehe, jawabannya hanya satu  Tidak bisa ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar